![]() |
| Pemkot Surabaya mengevaluasi dan membenahi fasilitas sejumlah taman kota untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat. (Dok. Ist) |
SURABAYATERKINI.ID — Pemerintah Kota Surabaya terus membenahi fasilitas di sejumlah taman kota untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat yang memanfaatkannya sebagai ruang bermain, berolahraga, berkumpul, hingga menjalankan aktivitas sosial.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara berkala mengevaluasi kondisi taman dan menangani fasilitas yang masih membutuhkan pembenahan. Perbaikan dilakukan bertahap, mulai dari penerangan, tanaman, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah.
"Sejumlah kekurangan, seperti lampu taman, tanaman yang layu, area bermain anak, kebersihan kamar mandi, hingga tempat sampah, terus dibenahi secara bertahap," ujar Wali Kota Eri, Jumat (11/9/2026).
Eri berharap peningkatan fasilitas membuat taman lebih nyaman digunakan berbagai kelompok masyarakat. Orang tua diharapkan dapat lebih leluasa mendampingi anak bermain, sementara kalangan muda memiliki ruang untuk berkumpul dan berdiskusi.
"Memang masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki. Intinya, Pemkot Surabaya ingin taman-taman ini menjadi ruang publik yang nyaman, sehingga orang tua dapat mengajak anak-anak bermain, sementara anak-anak muda bisa berkumpul dan berdiskusi bersama," tuturnya.
Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan serta fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, keberlanjutan ruang terbuka publik membutuhkan kepedulian bersama.
"Saya juga meminta tolong kepada warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan taman," pesannya.
Tiga taman menjadi lokasi pengecekan
Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser menyebut pihaknya telah mengecek langsung sejumlah taman, di antaranya Taman Prestasi, Taman Apsari, dan Taman Bungkul.
"Minggu lalu kita ke tiga taman, Taman Prestasi, Taman Apsari dan Taman Bungkul. Ada banyak taman yang belum selesai karena ada pekerjaan jogging track, tapi kemudian kami cek terima kasih buat teman-teman Satgas Taman. Itu taman-tamannya sudah pada selesai semua," ujar Fikser.
Menurut Fikser, pekerjaan di sejumlah taman tersebut secara umum telah selesai. Namun, beberapa fasilitas yang baru ditanam atau dipasang masih membutuhkan waktu sebelum dapat berfungsi secara optimal.
"Karena memang baru ditanam, jadi memang memang perlu proses. Tapi secara keseluruhan sudah (selesai)," kata dia.
Pengecekan juga menyasar fasilitas permainan anak. Sejumlah bagian masih dalam tahap penyelesaian, termasuk desain lantai yang belum sesuai warna.
"Kita juga cek beberapa mainan. Memang ada yang masih dipasang DKRTH Line karena ada desain lantainya yang belum sesuai warna," imbuhnya.
Masukan warga ikut menentukan pembenahan
DLH Surabaya juga menggali masukan langsung dari masyarakat yang menggunakan taman. Di Taman Prestasi, warga mengusulkan tambahan penerangan pada area permainan anak agar orang tua lebih mudah memantau aktivitas anak.
"Kita sempat diskusi dengan mereka, anak-anak, warga, ibu-ibu. Mereka ada masukan yang bagus itu kalau yang di Taman Prestasi kan tempat mainan itu perlu penerangan, sehingga orang tua bisa memantaunya lebih jelas," ungkapnya.
Di Taman Apsari, Fikser menyebut kondisi kebersihan mulai membaik. Berdasarkan hasil komunikasi dengan pengguna taman, lokasi tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosial seperti arisan serta aktivitas olahraga anak muda.
"Kami juga diskusi dengan warga di sana, ternyata warga di sana sering pakai untuk arisan dan anak-anak muda beraktivitas olahraga," terangnya.
Warga juga menanyakan fasilitas toilet di Taman Apsari dan mengusulkan tambahan tempat duduk. Pemkot Surabaya merespons kebutuhan tersebut dengan rencana pembangunan toilet serta penambahan kursi.
"Mereka (warga) happy (senang), mereka juga menanyakan apa ada toilet. Kami akan bangun toilet di sana untuk pengunjung di sana. Tapi mereka minta tambah untuk ada beberapa kursi duduk buat mereka," kata dia.
Kebersihan kamar mandi hingga kabel fiber ikut ditangani
Taman Bungkul juga menjadi lokasi evaluasi, khususnya pada fasilitas kamar mandi yang sebelumnya menjadi perhatian. Fikser mengatakan kebersihan fasilitas tersebut masih terus diperbaiki.
"Taman Bungkul kita lihat (cek) di kamar mandi ya. Kemarin itu menjadi titik beratnya di kamar mandi," kata dia.
Sementara di Taman Ekspresi, tindak lanjut dilakukan setelah muncul laporan warga melalui hotline Wali Kota Surabaya. Aduan tersebut berkaitan dengan kabel fiber optik yang menjuntai hingga area bermain dan dinilai dapat mengganggu aktivitas warga.
"Di Taman Ekspresi ada laporan yang memang masuk ke hotline-nya Pak Wali Kota terkait dengan kabel fiber optik yang menjulang ke bawah. Jadi mengganggu aktivitas warga karena berbahaya sampai ke areal bermain," kata Fikser.
Fikser menegaskan Pemkot Surabaya telah menyediakan taman, ruang terbuka, dan fasilitas permainan untuk digunakan masyarakat. Karena itu, warga diajak menjaga kebersihan dan kenyamanan seluruh taman, termasuk dengan tidak merokok di area yang banyak digunakan anak-anak.
"Buat warga Surabaya, pemerintah kota sudah menyiapkan ruang terbuka, tempat permainan, taman yang bagus buat warga kota. Ayo kita jaga sama-sama kebersihan," ujarnya.
"Ayo mari kita jaga seluruh taman Surabaya. Kalau taman bersih, kita bisa menikmati bersama-sama dengan baik," pesannya.
Menurut Fikser, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting agar ruang terbuka publik di Kota Surabaya tetap nyaman dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
"Kita jaga kota ini dengan semangat dan hati kita bersama-sama. Matur nuwun (terima kasih) untuk warga Surabaya," pungkasnya.


