GUA8Gfr6BUdoBUG6BUW7GUWoBY==

Sentimen Harga Emas Global Hari Ini Pasca Gagalnya Gencatan Senjata AS-Iran

Sentimen Harga Emas Global Hari Ini Pasca Gagalnya Gencatan Senjata AS-Iran
Analis Maxco Futures, Ade Yunus.

SURABAYATERKINI.ID — Dinamika pasar emas dunia saat ini sedang menunjukkan perilaku yang anomali. Meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat pasca kegagalan upaya gencatan senjata, harga emas justru cenderung tertekan dan bergerak fluktuatif. Maxco Futures mencatat bahwa fokus investor kini telah bergeser dari sekadar mencari perlindungan (safe haven) ke dampak makro ekonomi yang lebih luas.

Analis Maxco Futures, Ade Yunus, menjelaskan bahwa pasar saat ini lebih mengkhawatirkan potensi lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global yang dipicu oleh konflik tersebut. Kondisi ini membuat Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan mempertahankan sikap hawkish (suku bunga tinggi) lebih lama untuk meredam inflasi.

Kemudian dikutip dari laman resmi Logam Mulia bahwa harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) terpantau terkoreksi dalam pada Senin, 13 April 2026.Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam (ANTM) hari ini ambles sebesar Rp 42.000 ke level Rp 2.818.000 per gram.

"Secara teori, perang biasanya melambungkan emas. Namun saat ini, penguatan Dolar AS sebagai aset safe haven utama justru menekan daya tarik emas. Investor lebih memilih memegang Dolar dan mengejar yield obligasi yang lebih tinggi dibandingkan emas dalam jangka pendek," ujar Ade Yunus dalam analisa harian Maxco, Senin 13 April 2026.

Maxco


Analisis teknikal: bias bearish menuju level 4.600

Dari sisi teknikal, pergerakan emas berjangka saat ini masih dalam bayang-bayang tekanan. Ade Yunus menyoroti adanya area "Minat Jual" yang cukup kuat di kisaran 4.730 - 4.741, yang menjadi batasan kenaikan harga saat ini.

"Potensi pergerakan lanjutan emas masih berada dalam bias bearish atau melemah. Kami memprediksi target penurunan selanjutnya akan menguji area 4.700, 4.660, hingga level psikologis di 4.600," ungkap Ade Yunus. 

Di pasar lokal, harga emas fisik juga tercatat mengalami pelemahan tipis ke level Rp 2.596.500, memberikan kesempatan bagi peminat emas fisik untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih rendah.

"Level 4.600 kini menjadi level psikologis yang sangat krusial. Jika harga bergerak di bawah angka ini, emas berisiko mengalami tekanan jual yang lebih dalam menuju level 4.300," tambahnya. 

Fokus utama investor saat ini tertuju pada rilis data Consumer Price Index (CPI) AS. Inflasi yang tetap tinggi akan memperkuat posisi Dolar, yang secara historis memberikan tekanan negatif pada harga emas.

Dua acuan utama bagi trader

Menurut Ade Yunus ada dua faktor kunci yang akan menentukan arah harga ke depan;

  1. Geopolitik: Jika terjadi kesepakatan damai yang menjamin suplai energi melalui Selat Hormuz (yang menyuplai 20% kebutuhan minyak dunia), tekanan inflasi akan mereda.
  2. Suku Bunga US: Selama perang mendorong harga minyak naik, suku bunga AS diprediksi tetap tinggi, yang secara historis akan terus menekan harga emas di pasar berjangka.

Pasar saat ini sedang berada dalam kondisi tarik-menarik antara dua kekuatan besar. Di satu sisi, status emas sebagai aset pelindung nilai tetap kokoh akibat kegagalan gencatan senjata antara AS dan Iran serta ketegangan di Selat Hormuz yang mengancam jalur energi global. Di sisi lain, penguatan Dolar AS yang didorong oleh ekspektasi suku bunga tinggi masih menjadi beban utama bagi kenaikan emas lebih lanjut.

Bagi para trader, pekan ini adalah momen untuk berhati-hati dalam menempatkan posisi. Strategi yang disarankan adalah "Wait and See" hingga data inflasi AS dirilis atau muncul kejelasan lebih lanjut dari situasi di Timur Tengah.


Disclaimer: Trading derivatif memiliki risiko kerugian tinggi dan belum tentu cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda.


(ADV)

Ketik kata kunci lalu Enter

close